• Home
  • Olahraga
  • Utut Adianto: Kejurnas Catur, Ajang Pencarian Bibit Atlet Terbaik

Utut Adianto: Kejurnas Catur, Ajang Pencarian Bibit Atlet Terbaik

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi Ketua Umum PB Percasi, GM Super Utut Adianto (dua dari kiri), Kadispora Aceh Darmansah (kanan), Ketua Harian KONI Aceh,:Kamaruddin Abubakar (dua dari kanan), Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh, Aldin NL (paling kiri) memukul gong menandai dibukanya Kejurnas Catur ke-47 di Hall Serbaguna, komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (10/10/2018) malam. Foto: Cakradunia/FCS

CAKRADUNIA.COM, Banda Aceh -  Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), GM Super Utut Adianto mengatakan, Kejurnas di Aceh yang mempertandingkan berbagai kelompok umur dan kategori terutama kelompok yunior yang diikuti sekitar 300 pecatur cilik, merupakan ajang untuk mendapatkan pecatur berprestasi di masa mendatang. 

"Secara kuantitas ini suatu potensi yang menjadi tugas kita bersama untuk mengubahnya menjadi prestasi,"  katanya Utut kepada Media, Rabu (11/10/2018) di Banda Aceh.

Utut menyebutkan, melalui Kejurnas ini akan direkrut pecatur yunior kelompok usia 7 hingga 19 tahun yang akan dikirim ke ke kejuaraan Asean.

Sedangkan juara kategori terbuka (semua umur) dan senior putri akan diikutkan pada kejuaraan inter zona sebagai ajang pra kualifikasi untuk bermain di kejuaraan dunia. 

Sementara itu Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berharap atlet catur Aceh bisa berprestasi di kejuaraan nasional (Kejurnas) ke-47 yang digelar di Banda Aceh kali ini.

"Kita harapkan Aceh bisa menghasilkan atlet catur berprestasi nasional, dan bermain di kancah international", ujar Nova Iriansyah.

Nova Iriansyah berharap melalui Kejurnas ini akan lebih banyak lagi putra-putri Aceh yang masih muda-muda menekuni olahraga catur, sehingga nanti bisa berprestasi di tingkat nasional. Untuk itu perlu pembinaan bagi atlet-atlet catur yang masih berusia muda atau yunior, sehingga nantinya bisa diharapkan prestasinya di tingkat nasional. 

Nova mengatakan, Provinsi Aceh berusaha menjadi tuan rumah penyelenggara Kejurnas ke-47 dengan sebaik-baiknya dan Pemerintah Aceh mendukung setiap even-even nasional yang di gelar di Aceh. 

"Melalui pagelaran even nasional, seperti Kejurnas Catur ini mendukung kesiapan Aceh menjadi tuan rumah PON XXI/2024.

Dalam kesempatan sama, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak mengatakan, pagelaran Kejurnas Catur sejalan dengan program KONI Aceh, yakni memperbanyak even nasional digelar di daerah ini. 

 "Ke depan bisa lebih banyak digelar Kejurnas di Aceh, sehingga akan muncul atlet-atlet berprestasi. Kita harap melalui Kejurnas ini, pecatur Aceh bisa meraih prestasi", ujar Abu Razak. 

Abu Razak mengatakan,  prestasi di Kejurnas menjadi tolok ukur bagi atlet Aceh untuk menghadapi Pra PON 2019 dan PON XX/2020 di Papua. 

Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh, Aldin NL kepada Cakradunia.com, Kamis (11/10/2018) mengatakan, pihaknya telah berusaha maksimal untuk menyelenggarakan Kejurnas sehingga menjadikan suatu tolok ukur bagi Aceh sebagai tuan rumah PON XX/2024.

"Melalui pelaksanaan Kejurnas Catur ke - 47 ini, kita ingin membuktikannya," ujar Aldin yang juga Plt Ketua PWI Aceh ini. 

Aldin menyebutkan,dibuka tadi malam, Rabu 10 Oktober 2018 di Hall Serbaguna, komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Hari ini, Kejurnas catur diikuti 489 pecatur dari 29 provinsi. 

Pada Kejurnas kali ini, dipertandingkan beberapa kategori, yaitu kategori terbuka (semua umur), senior putri, veteran, kategori yunior kelompok usia (KU) 7 tahun, 9, 11, 13, 15, 17 dan KU 19 tahun putra-putri (14 kategori), dengan total 17 kategori. 

Aceh sebagai tuan rumah menyertakan 39 pecatur yang akan bermain di semua nomor yang dipertandingkan. 

Bersamaan Kejurnas juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) Percasi ke-40 dan pelatihan pelatih dan wasit tingkat nasional. 

Fauzi Cut Syam


 


  • Share on:

LEAVE A COMMENT

image title here

Ads