Air Mata Pengantin, Kuliner Segar Dari Riau

Kuliner Riau, Air Mata Pengantin dan Laksamana Mengamuk.

CAKRADUNIA.COM, Banda Aceh - Berbagai jajanan dan ragam kuliner disajikan di area Stan Expo Unsyiah Fair XIII di Komplek Pelajar Mahasiswa Darussalam, Banda Aceh. Di antaranya, ada kuliner khas Provinsi Riau,  namanya Air Mata Pengantin dan Laksamana Mengamuk.

Namanya yang unik membuat sejumlah pengunjung penasaran dan ingin mencoba kuliner dari bumi melayu Lancang Kuning yang dijual di stan Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Aceh tersebut.

Seorang pengunjung bernama Nindi yang penasaran dengan minuman Air Mata Pengantin langsung memesan untuk menikmati bersama temannya.

"Minuman Air mata pengantin itu, warna sama namanya unik itu, jadi sangat penasaran untuk menikmatinya bersama teman," kata Nindi, Minggu (4/11/2018)

"Minumannya enak, kayak ada manis-manis asamnya gitu dan jelly nya juga manis. Jadi terasa lebih segar setelah nikmatnya," tambah Nindi sambil menebar senyum senang.

Chairani, penjual kuliner khas Riau pun menceritakan sedikit bagaimana komposisi campuran bahan dari kedua menu khas tersebut, sehingga bisa terasa menyegarkan. Ia juga menjelaskan secara singkat sejarah dari dua minuman tersebut.

Minuman Air Mata Pengantin, katanya, berawal dari tradisi masyarakat Riau yang selalu menyediakan minuman ini saat acara pernikahan. Pernikahan identik dengan kebahagiaan, maka minuman ini lambat laun disebut sebagai air mata pengantin.

"Air mata tersebut merupakan air mata kebahagiaan dari pihak pengantin," jelas Rani.

Sedangkan rasanya, sebut Rani, campuran sederhana yang dipakai adalah agar-agar dengan variasi warna merah, kuning, dan hijau, sehingga menarik untuk dilihat. Lalu ditambah selasih, sirup manis berwarna merah, serta sirup warna jingga sehingga rasa jeruk.

Berbeda dengan minuman Air Mata Pengantin yang identik dengan kebahagiaan, minuman Laksamana Mengamuk memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Riau.

Menurut kisah, minuman berbahan dasar buah kuini dan dicampur santan, gula, selasi, serta agar-agar ini berawal dari legenda seorang laksamana yang merasa sakit hati karena istrinya direbut seorang raja. Melampiaskan amarahnya itu, ditebaslah seluruh pohon kuini yang ada di rumahnya, sehingga buat kuini tersebut terpotong-potong kecil. 

"Waktu itu, salah seorang ibu berinisiatif untuk memanfaatkan buah kuini itu untuk dijadikan minuman. Minuman itulah yang kini dikenal Laksama Mengamuk," kisah Rani

Adapun harga minuman ini dijual cukup terjangkau, untuk Air Mata Pengantin Rp 10 ribu untuk satu porsi dan Laksamana Mengamuk Rp 12 ribu per porsi .

Unsyiah Fair XIII Tahun 2018 berlangsung di gedung AAC Dayan Dawood. Acara ini akan berlangsung dari tanggal 2 sampai 7 November 2018. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir dalam rangka milad ke 57 Unsyiah.

Fauzi Cut Syam

 


  • Share on:

LEAVE A COMMENT

image title here

Ads